Kawah Sikidang

4.5 /5 (6 ulasan)

Kunjunganmu ke Dieng belum sempurna kalau tidak mampir ke kawah fenomenal satu ini. Ya, Kawah Sikidang namanya.

Dinamakan Sikidang tak lain karena pada waktu tertentu, kolam kawah akan berpindah atau seolah-olah melompat seperti hewan Kidang atau Kijang.

Terbentuknya Kawah Sikidang dikatakan akibat dari letusan gunung berapi di kawasan Dieng bertahun-tahun yang lalu.

Sampai saat ini kawah tersebut masih aktif layaknya aktivitas gunung berapi.

Dimana letupan lumpur vulkanik disertai kepulan asap yang pekat masih bisa kamu temui.

Baca juga: Tempat Wisata Alam di Dieng.

Legenda

Legenda Kawah Sikidang bercerita mengenai amarah seorang pangeran yang bernama Kidang.

Amarah tersebut karena ulah seorang gadis cantik bernama Shinta Dewi yang meminta masyarakat menimbun sumur yang dibuat oleh sang pangeran.

Diceritakan sang pangeran pun ikut tertimbun saat kejadian tersebut.

Padahal menggali sumur itu ia lakukan atas permintaan Shinta Dewi sebagai syarat untuk pangeran Kidang yang ingin meminangnya.

Diceritakan pula bahwa alasan Shinta Dewi memerintahkan penimbunan lantaran kecewa dengan perwujudan sang pangeran yang jauh dari angan-angannya.

Daya Tarik

Seperti kawah pada umumnya, Kawah Sikidang juga memiliki kandungan sulfur atau belerang yang tinggi.

Karena itulah, gas yang dikeluarkan memiliki aroma yang menyengat.

Namun, ada beberapa faktor lain yang membuat Kawah Sikidang patut untuk kamu Kunjungi. Berikut alasan-alasannya.

Baca juga: Bukit Sikunir di Dieng, Wonosobo.

Background Foto Menarik

Spot Foto di Kawah Sikidang
Foto: @annisa.latifah03

Dikarenakan kandungan sulfur yang tinggi, warna tanah di sekitar kawah pun ikut memutih.

Selain itu, pepohonan di sekitar kawah pun tidak bisa tumbuh akibat aktivitas kawah yang selalu berjalan.

Tapi jangan khawatir, perpaduan antara putihnya tanah, kepulan asap, serta kontrasnya biru langit akan tetap membuat foto-foto kamu tampak mengagumkan.

Selain itu, dari kejauahan kamu akan tetap menyaksikan hijaunya bentangan bukit yang mengelilingi kawah.

Baca juga: Candi Arjuna di Dieng, Banjarnegara.

Merebus Telur di Kawah

Rebus Telur di Kawah Sikidang
Foto: @ahntyaaa

Tidak hanya berfoto-foto sambil menikmati pemandangan sekitar, di sini kamu juga bisa merebus telur dengan panasnya belerang dari kawah.

Kamu bisa merebus telur dengan alat yang berbentuk seperti kail pancing yang sudah tersedia di area kawah ini.

Cara merebusnya pun terbilang mudah. Kamu hanya tinggal membungkus telur menggunakan plastik, kemudian kaitkan plastik tersebut dengan kail kamu menggunakan tali.

Selanjutnya masukkan telur ke area kawah yang sudah disediakan khusus untuk merebus telur. Menarik bukan?

Baca juga: Pendakian di Gunung Prau untuk Pemula.

Menyusuri Kawah

Aktivitas di Kawah Sikidang
Foto: @miripgogor

Buat kamu yang ingin berkeliling area kawah tapi males jalan, di sini juga disediakan area penyewaan sepeda, motor cross, kuda, bahkan ATV. Nah, kamu bisa dengan bebas memilih di antara permainan tersebut.

Kalau kamu mengaku sebagai pecinta kegiatan ekstrem, maka motor cross merupakan pilihan terbaik.

Pasalnya, trek yang terdapat di area Kawah Sikidang mungkin akan sanggup memacu adrenalin kamu.

Baca juga: Telaga Menjer di Dieng, Wonosobo.

Wisata Belanja dan Kuliner

Apakah keluarga dan kerabatmu mengunggu oleh-oleh? Jangan khawatir.

Di area Kawah Sikidang kamu akan menjumpai banyaknya gerai-gerai yang menjual pernak-pernik khas Dieng seperti bunga edelwis, syal, beanie, serta baju bertuliskan Dieng.

Setelah mengelilingi Kawah Sikidang, mungkin kamu akan merasa lapar.

Maka tanpa perlu berjalan jauh, kamu akan menemukan banyak warung-warung kecil yang menjajakan makanan khas Dieng.

Sebut saja tempe kemul, carica, serta minuman purwaceng yang mungkin nggak akan kamu temui di tempat lain.

Baca juga: Telaga Warna Dieng, di Wonosobo.

Rute ke Lokasi

Lokasi:Bakal Buntu, Desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara
Jam buka:Setiap hari (7.00 – 17.00 WIB)
Akses jalan:Mudah ditemukan & sudah baik
Petunjuk:Google maps

Jika kamu ingin berkunjung ke Kawah Sikidang, ini dia beberapa rute yang bisa kamu lewati.

Dari Jakarta

Jakarta – Tol Cikampek – Tol Cipali (Cipali-Paliaman) – pintu keluar tol di Pejagon – Prupuk – Bumiayu – Ajibarang – Purwokerto – Purbalingga – Banjarnegara – Wonosobo – Dieng – Kawah Sikidang.

Dari Yogyakarta

Yogyakarta – Sleman – Tempel – Magelang – Secang – Temanggung – Parakan – Kertek – Wonosobo – Dieng – Kawah Sikidang

Dari Semarang

Semarang – Ungaran – Bawen – Ambarawa – Secang – Temanggung – Parakan – Kertek – Wonosobo – Dieng – Kawah Sikidang

Harga Tiket Masuk

Retribusi:Rp. 15.000 per orang
Biaya parkir:Rp. 3.000
Lainnya:Rebus telur: Rp. 5.000
Spot foto: Rp. 5.000
Fasilitas:Area parkir luas, warung makan/oleh-oleh, mushola, toilet umum

Tanya Jawab

Jam berapa waktu yang tepat untuk kesini?

Semuanya bagus. Jika pagi maka bisa merasakan dinginnya area pegunungan Dieng. Siang jika cuaca cerah sangat pas untuk berfoto.

Adakah penginapan di sekitar Kawah Sikidang?

Ada banyak homestay yang ditawarkan di sekitar wisata ini. Harganya pun cukup bervariasi. Mulai dari 100 – 300 ribu rupiah.

Apakah aman untuk anak-anak?

Untuk anak-anak yang dibawah 5 tahun lebih baik jangan diajak mendekat ke area kawah. Sebab bau belerang cukup menyengat. Sedangkan anak-anak yang sudah diatas 5 tahun, disarankan untuk memakai masker.

Itulah uraian singkat mengenai wisata Kawah Sikidang yang berada di Dieng. Apabila bermanfaat, silahkan share artikel ini ya. Selamat berlibur!

Suka mengunjungi tempat-tempat baru disela-sela kesehariannya menatap layar komputer.

6 pemikiran pada “Kawah Sikidang”

  1. Sebenarnya tempat ini adalah salah satu pesona alam Indonesia yang sangat indah yang berupa kawah aktif dengan bau belerang yang sangat menyengat. Tetapi semenjak dikenal oleh banyak orang, tempat ini semakin kotor. Setiap orang diwajibkan membayar tiket seharga 15.000 rupiah untuk memasuki kawasan wisata yang berisi beberapa kawah aktif ini. Di dalam kawasan objek wisata ini terdapat berbagai macam objek dan spot foto yang menarik tapi sayang beberapa diantara mereka tidak gratis. Disini juga terdapat wahana motor trail yang sangat seru. Di dalam pasar yang terletak dekat dengan tempat ini menjual banyak sekali barang khas daerah ini, yaitu ada : spesies anggrek khas Dieng, makanan khas Dieng, hiasan khas Dieng yang terbuat dari belerang, kentang, carica, dan lain lain.
    Tetapi sebelum anda sampai ke lokasi, anda harus datang sangat pagi agar tidak mengantri berjam² jika kesiangan.

  2. baru pertama kali melihat kawah dan sangat takjub dengan kekuasaan Allah
    ada banyak sekali penjual mulai jual tanaman hias, tanaman mint, penjual hasil bumi seperti kentang, terong belanda, pakaian mulai dari kaos sandal tas dan aksesoris
    di area kawah ada banyak spot foto rata rata dimintai partisipasi 5rb
    ada yang menawarkan spot pemandangan, berfoto naik ayunan, berfoto dengan burung hantu dan ular sanca
    dikawasan kawah sikidang ini ada beberapa kawah yang mengeluarkan asap. kawah ini mengeluarkan bau belerang makanya gak heran kalo banyak yang jual masker
    yang menarik di area kawah ada yang menawarkan telor yang direbus di dalam air kawahyang mendidih. ada telor ayam, telor bebek, dan telor puyuh harganya 5rban
    coba deh bagi yang belum pernah mencoba.
    rasanya ndak seperti direbus dengan air biasa
    oiya di dalam area kawah juga ada flyingfox yang jaraknya cukup jauh jadi bisa menikmati flying fox dari ketinggian tertentu, ada juga motor cross
    segera kesini dan rasakan sensasi berwisata yang unik

  3. HTM sendiri cukup terjangkau, dengan membayar Rp.15.000,- bisa masuk 2 tempat wisata, yaitu kawah sikidang dan candi arjuna

    Sangat disayangakan masih banyak sampah berserakan. Terutama sampah masker sekali pakai, kurangnya tempat sampah dan kesadaran pengunjung tentang sampah, banyak pedagang kaki lima disepanjang jalan menuju pintu keluar, menjual oleh oleh khas dieng, kurang tertata rapi tapi sepertinya akan direlokasi ke tempat yang lebih nyaman, karwna sedang dibangun areal kusus penjual

  4. tempatnya sangat bagus, dingin, banyak spot buat foto juga, cuma setiap spot foto yang sengaja dibuat, seperti ayunan, foto dengan burung, ular,dll, harus bayar di tiap spot itu kalo mau foto. entah karena lagi musim liburan aja jadi pada ambil kesempatan / bagaimana kurang tau.
    kalo mau dapet foto yang bagus kesininya jangan pas musim liburan, karena banyak orang. jadi yang ada di foto ya orang semua.. hehe..
    ada penyewaan motor trail juga, flying fox, ada telur rebus yang langsung direbus di kawahnya.
    untuk oleh-oleh khas disini ada manisan pepaya dieng (carica), purwoceng, dan masih banyak lagi yang lainnya.
    untuk harga makanan dan yang lain masih terjangkau lah, ngga seenaknya naikin harga kalo lagi musim liburan,

  5. Tempat nyaman, bersih, spot foto banyak disediakan warga lokal, banyak guide yang membantu
    Petunjuk arah ke lokasi juga banyak dan mudah di temukan lokasinya
    Retribusi masuk ke lokasi wisata masih masuk akal harganya
    Tempat parkir luas
    Gas belerang yang keluar cukup banyak, bagi yang mau kesini disarankan memakai masker demi kesehatan pribadi
    Pokoknya sangat di sarankan ke tempat ini jika sudah sampai ke dieng.
    Ada spot foto mobil jeep dan biayanya cukup terjangkau
    Penjual oleh2 di sekeliling kawah banyak , harga pun masih bisa di tawar
    Happy Holiday

  6. Sejujurnya mau bilang lebih bagus Kawah Putih sih dibanding ini. Bedanya, kawah Sikidang ini jauh lebih luas dan kawahnya panas (kita bisa rebus telur disana). Dan, sayangnya terlalu banyak spot selfie yang tidak tertata letaknya. Oh iya, letak toilet dan kawah sangat jauh, jadi lebih baik ke toilet dulu sebelum masuk ke entrance gate 😉

Tinggalkan komentar