Candi Arjuna

4.8 /5 (5 ulasan)

Candi merupakan sebuah bangunan kuno dari batu yang didirikan dengan maksud tertentu.

Di Indonesia sendiri, banyak terdapat bangunan candi yang masih terjaga dan dilindungi sampai saat ini.

Salah satunya ialah Candi Arjuna.

Menurut catatan sejarah, Candi Arjuna merupakan candi tertua di tanah Jawa.

Candi ini diperkirakan dibangun pada awal abad ke-9 Masehi dengan luas sekitar 1 Ha.

Temasuk dalam kawasan wisata Dieng Plateau, membuat candi ini ramai dikunjungi wisatawan karena letaknya yang masih berdekatan dengan wisata-wisata lain.

Sejarah

Sejarah Candi Arjuna
Foto: @abs_643

Berbicara mengenai candi, tentu tidak lepas dari sejarah yang menyelimutinya.

Candi Arjuna sendiri merupakan candi peninggalan agama Hindu dengan aliran Syiwa.

Candi ini dibangun pada masa pemerintahan kerajaan Mataram Kuno, yang juga merupakan candi Hindu pertama di Jawa.

Kompleks candi ini ditemukan pertama kali pada abad 18 oleh seorang tentara Belanda, Theodorf Van Elf.

Pada saat itu, Candi Arjuna ditemukan dengan kondisi tergenang air.

Kemudian 40 tahun setelah penemuan tersebut, akhirnya dilakukan upaya penyelamatan yang dipimpin oleh HC Cornelius.

Upaya penyelamatan kemudian dilanjutkan oleh seorang berkebangsaan belanda, J Van Kirnbergens.

Menariknya, sampai saat ini Candi Arjuna masih dipergunakan sebagai tempat peribadatan bagi masyarakat Dieng.

Baca juga: Bukit Sikunir di Dieng, Wonosobo.

Daya Tarik

Kalau kamu berkunjung ke Dieng, pastikan juga berkunjung ke Candi Arjuna.

Sebab, selain berwisata kamu juga sekalligus mempelajari bukti peradaban sejarah yang masih terjaga keberadaanya hingga kini.

View Alam

Panorama di Candi Arjuna
Foto: @indra_jalanjalan

Berada di ketinggian, membuat Candi Arjuna dijuluki sebagai candi dengan letak tertinggi di Indonesia.

Selain itu, pemandangan sekitar candi ini juga masih sangat asri dan terjaga.

Hijaunya perbukitan serta pegunungan yang membentang luas akan membuat kamu betah berlama-lama di sini.

Baik untuk sekedar bersantai atau berkeliling di sekitar kompleks candi.

Baca juga: Gunung Prau di Banjarnegara & Wonosobo.

Spot Foto Instagramable

Spot Foto di Candi Arjuna
Foto: @badakkekar

Mungkin kamu akan dibuat bingung untuk memilih spot foto saat berada di Candi Arjuna.

Pasalnya, setiap sudut dari tempat ini sungguh menakjubkan untuk dijadikan latar belakang foto kamu.

Tanpa filter berlebihan, foto-foto kamu akan tetap terlihat klasik sekaligus alami.

Perpaduan antara bangunan candi beserta asrinya alam akan menciptakan komposisi yang aestethic untuk tiap foto yang kamu ambil.

Baca juga: Kawah Sikidang di Dieng, Banjarnegara.

Tempat Upacara Pemotongan Rambut Gimbal

Pemotongan Rambut Gimbal di Dieng
Foto: @adeagustin_photoworks

Jika kamu berkunjung ke Candi Arjuna saat penyelenggaraan Dieng Culture Festival, maka kamu termasuk wisatawan yang beruntung.

Sebab, kamu akan menjumpai upacara pemotongan rambut gimbal dari anak-anak asli Dieng. Upacara tersebut hanya dilakukan sekali dalam setahun lho.

Menurut kepercayaan warga setempat, rambut anak gimbal ini wajib dipotong untuk menghindarkan si anak dari segala bentuk kesialan yang mungkin akan menimpanya.

Baca juga: Telaga Menjer di Dieng, Wonosobo.

Berkunjung ke Museum Kailasa

Museum Kailasa di Kawasan Candi Arjuna
Foto: @del.padel

Sebagai salah satu situs bersejarah, Candi Arjuna juga memiliki museum tempat penyimpanan koleksi batu-batu prasasti maupun arca.

Museum ini terletak di seberang pintu retribusi sisi utara.

Dengan mengunjungi museum ini, kamu bisa melihat beraneka prasasti dan arca.

Misalnya peralatan dapur warga Dieng, replica candi, serta hal-hal menarik lainnya.

Selain itu, kamu juga bisa mempelajari tentang sejarah Candi Arjuna secara mendalam.

Baca juga: Telaga Warna Dieng, di Wonosobo.

Bangunan Candi Lainnya

Selain menyuguhkan kemegahan Candi Arjuna sendiri, di komplek ini setidaknya terdapat 4 bangunan candi lain.

Candi tersebut adalah candi Sembrada, candi Gatot Kaca, Candi Semar, dan Candi Srikandhi. Keempat candi tersebut tentunya memiliki fungsi kegunaan tersendiri yang berbeda satu sama lain.

Rute ke Lokasi

Lokasi:Desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara
Jam Buka:Setiap Hari (7.00 – 18.00 WIB)
Akses Jalan:Mudah ditemukan
Petunjuk:Google maps

Bagi kamu yang berasal dari daerah Yogyakarta maupun Semarang, berikut ini rute yang dapat kamu tempuh.

Dari Yogyakarta

Yogyakarta – Sleman – Tempel – Magelang – Secang – Temanggung – Parakan – Kertek – Wonosobo – Dieng – Candi Arjuna

Dari Semarang

Semarang – Ungaran – Bawen – Ambarawa – Secang – Temanggung – Parakan – Kertek – Wonosobo – Dieng – Candi Arjuna

Harga Tiket Masuk

Retribusi:Rp. 15.000 per orang (termasuk tiket masuk ke Kawah Sikidang)
Biaya Parkir:Rp. 5.000
Sewa Kuda:Rp. 20.000 an
Fasilitas:Area parkir luas, toilet umum, mushola, warung makan

Tanya Jawab

Dimana tempat untuk membeli kain yang biasa dipakai untuk berfoto?

Kain yang biasa dipakai oleh orang-orang dan trend di instagram itu tidak dijual. Melainkan kita bisa menyewa pada pengelola. Kamu bisa mengambilnya setelah dari pintu masuk. Biayanya sukarela.

Adakah angkutan umum dari terminal Wonosobo yang menuju ke Candi Arjuna?

Kamu bisa menggunakan mobil elf yang menuju ke Dieng. Biasanya ditawarkan oleh warga setempat. Sampai di pertigaan Dieng, kamu bisa menggunakan ojek.

Adakah penginapan di sekitar candi Arjuna?

Banyak, dengan harga yang bervariasi. Mulai dari 100 – 300 ribu per malam. Tergantung fasilitas.

Itulah uraian singkat mengenai Candi Arjuna yang berada di Dieng, Banjarnegara. Segera rencanakan kunjunganmu untuk berlibur ke Dieng Plateau.

Suka mengunjungi tempat-tempat baru disela-sela kesehariannya menatap layar komputer.

5 pemikiran pada “Candi Arjuna”

  1. Tiket masuknya Rp 15 ribu (termasuk tiket terusan ke Kawah Sikidang)
    Menggunakan scan barcode untuk masuk ke area Candi Arjuno

    Area dalamnya bersih dari sampah. Ada jasa foto kilat 5 menit, lumayan kan untuk kenang – kenangan.

    Di tiap Candi ada keterangannya, cocok buat yang suka sejarah dan budaya

  2. ini candi arjuna. kali lagi dingin bgt rumputnya bisa beku, kyk es. mendingan kesini pagi jadi ga gt rame. lihat sunrise dulu jam 4 pagi di sikunir, lalu lanjut muter kawasan dieng, puas deh. soalnya masih sepi dan bebas foto-foto.

  3. Dalam satu kompek ada beberapa candi yg namanya berbeda beda bukan candi arjuna semua namanya (tapi maaf aku lupa hehehe). Harga tiketnya murah, 15ribu kalau gak salah ya dan itupun sudah termasuk tiket masuk ke kawah. Di dalam banyak yg jual makanan aksesoris dll nya untuk oleh-oleh. Ada spot foto bareng tokoh pewayangan dan teletubbies, 1x foto bayar 5ribu, 3x foto bayar 10ribu.

  4. Akhirnya sampai ke Candi Arjuna dengan perjalanan yang cukup mengesankan..
    Lokasi tempat candinya sangat indah dan Dingin, terdapat beberapa candi kecil seperti Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Semar, dibagian terluar candi ada Candi2 yang lain seperti Gatotkaca, Nakulasadewa yg sudah tidak berbentuk.. mungkin memang tidak begitu besar seperti Prambanan atau Borobudur, tetapi pemandangannya luar biasa indah.. karena dikelilingi Perbukitan Dieng, Gunung Prau.
    Harga tiket masuk hanya 15ribu perorang, sebelum memasuki kawasan candi kita dipinjamkan Kain Batik untuk dipakai dan setelahnya memberikan uang sukarela..

    patut untuk dicoba jika ingin berwisata sejarah.. sayang kami terlalu sore sehingga museum sudah tutup..
    Untuk anak² mungkin lebih baik memakai Jaket, Topi atau sejenisnya karena udara serta angjn yang dingin..
    Sangat menarik dan mengesankan..
    Terima kasih.

  5. Kalo kamu sering melihat banyak kegiatan-kegiatan adat dan ke agamaan di daeraj dieng disinilah pusatnya, seperti pemotongan rambut gimbal.
    Nah kamu bayar masuk kesini 15.000 perorang sudah termasuk tiket masuk ke kawah sikidang jadi kamu tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk masuk ke kawasan kawah sikidang.
    Disini ada beberapa candi selain candi utama arjuna, dan karena tempat ini masih digunakan oleh masyarakat untuk beribadah dan kegiatan adat maka kita harus menjaga sikap juga disini.
    Tempat tidak jauh dengan jalan raya dan tempat parkir.

Tinggalkan komentar